Banjir Rendam Ribuan Hektar Lahan Pertanian, Tapi Kadis Pertanian Kukar Sebut Petani Tak Ada Gagal Panen
TENGGARONG, Kepala Dinas Pertanian dan
Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara Sumarlan, membantah keras adanya gagal
panen petani, lantaran ratusan bahkan ribuan lahan pertanian terendam air,
akibat banjir.
Banjir di Kukar pada penghujung Maret
2017 lalu menerjang Kecamatan Marangkayu, tepatnya di Desa Santan Ulu, Tengah
dan Ilir. Selain membanjiri fasilitas pendidikan dan umum, ribuan hektar lahan pertanian
juga terendam air akibat banjir tersebut.
Dan baru barunya, banjir melanda Desa
Leaqu Ulaq Kecamatan Muara Kaman, hampir 100 rumah penduduk terendam banjir,
begitu pula dengan lahan pertanian milik para petani.
“Tidak ada namanya gagal panen, saat ini
sebenarnya musin penyemaian yakni proses akan menanam, sehingga saya pikir tak
ada petani yang gagal panen. Kalaupun lahan pertanian terendam banjir,
kerugian petani itu tak terlalu besar,”
beber Sumarlan, di Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, siang kemarin.
Secara pasti, lanjut Sumarlan, pihaknya
belum mengetahui persis berapa ribu hektar lahan pertanian yang terendam
banjir, dirinya masih menyuruh anak buahnya melakukan pendataan lahan pertanian
yang terendam banjir.
“Kondisi banjir itu murni disebabkan
adanya curah hujan yang tinggi, sehingga ini diluar prediksi. Sebab perkiraan
mulai April sampai September 2017 nanti adalah musim kemarau, namun musim tak
bisa diprediksi dengan intensitas hujan yang tinggi dan sering. Kami juga
sebenarnya meminta para petani mengenjot hasil produksi tanaman pangan, namun
dengan kondisi seperti itu tentu tak bisa berbuat banyak,” papar Sumarlan.
Ditambah Sumarlan, pemerintah khususnya
Dinas Pertanian akan bertindak pasca terjadinya musibah banjir, apakah nanti
akan membantu bibit tanaman atau lainnya.”Kita lihat nanti pasca banjir, apakah
perlu diberikan benih atau lainnya. Disisilain juga anggaran Dinas Pertanian
Kukar 2017 ini sangat minim sekali, tetapi akan kita upayakan cara dana bantuan,” papar Sumarlan.
Sebelumnya Sekretaris Desa Santan Tengah
Kecamatan Marangkayu Muhammad Subhan, mengaku bahwa ribuan hektar lahan milik
petani terendam air akibat banjir. Tanaman palawija yang mau dipanen, akhirnya
rusak dan tak bisa dipanen.
“Ada jagung, kacang kacangan, bahkan
tanaman cabai yang siap panen, akhirnya tak bisa dipanen,” katanya.(awi-poskotakaltimnews.com)